Pengertian dan Prinsip Kerja Solenoid Valve

Solenoid valve merupakan katup yang dikendalikan dengan arus listrik baik AC maupun DC melalui kumparan / selenoida. Solenoid valve ini merupakan elemen kontrol yang paling sering digunakan dalam sistem fluida. Seperti pada sistem pneumatik, sistem hidrolik ataupun pada sistem kontrol mesin yang membutuhkan elemen kontrol otomatis. Contohnya pada sistem pneumatik, solenoid valve bertugas untuk mengontrol saluran udara yang bertekanan menuju aktuator pneumatik(cylinder). Atau pada sebuah tandon air yang membutuhkan solenoid valve sebagai pengatur pengisian air, sehingga tandon tersebut tidak sampai kosong. Dan berbagai contoh-contoh lainnya yang tidak mungkin saya jelaskan satu persatu disini.
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/08/Solenoid-Valve.htmlhttp://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/08/Solenoid-Valve.html



http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/08/Solenoid-Valve.htmlhttp://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/08/Solenoid-Valve.html



Banyak sekali jenis-jenis dari solenoid valve, karena solenoid valve ini di desain sesuai dari kegunaannya. Mulai dari 2 saluran, 3 saluran, 4 saluran dan sebagainya. Contohnya pada solenoid valve 2 saluran atau yang sering disebut katup kontrol arah 2/2. Memiliki 2 jenis menurut cara kerjanya, yaitu NC dan NO. Jadi fungsinya hanya menutup / membuka saluran karena hanya memiliki 1 lubang inlet dan 1 lubang outlet. Atau pada solenoid 3 saluran yang memiliki 1 lubang inlet , 1 lubang outlet ,dan 1 exhaust/pembuangan. Dimana lubang inlet berfungsi sebagai masuknya fluida, lubang outlet berfungsi sebagai keluarnya fluida dan exhaust berfungsi sebagai pembuangan fluida/cairan yang terjebak. Dan selenoid 3 saluran ini biasanya digunakan atau diterapkan pada aktuator pneumatik( cylinder kerja tunggal).


Prinsip kerja solenoid valve
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/08/Solenoid-Valve.html


Solenoid valve akan bekerja bila kumparan/coil mendapatkan tegangan arus listrik yang sesuai dengan tegangan kerja(kebanyakan tegangan kerja solenoid valve adalah 100/200VAC dan kebanyakan tegangan kerja pada tegangan DC adalah 12/24VDC). Dan sebuah pin akan tertarik karena gaya magnet yang dihasilkan dari kumparan selenoida tersebut. Dan saat pin tersebut ditarik naik maka fluida akan mengalir dari ruang C menuju ke bagian D dengan cepat. Sehingga tekanan di ruang C turun dan tekanan fluida yang masuk mengangkat diafragma. Sehingga katup utama terbuka dan fluida mengalir langsung dari A ke F. Untuk melihat penggunaan solenoid valve pada sistem pneumatik. Buka artikel saya selanjutnya tentang sistem pneumatik beserta cara kerjanya. Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Pengertian dan Prinsip Kerja Solenoid Valve"

  1. Our pneumatic factory was founded in 2000,CHECK HERE. In decades of serving China pneumatic industry, we have built our reputation on product knowledge, world class suppliers, application support, and value add services. Our commitment to our employees, customers and vendors is the core of our business beliefs. In our factory, there are more than 80 front-line workers, 3000 squares working shop.Our main products are air Pneumatic Cylinder, solenoid valve and also a lot of pneumatic fittings like Air Gun.

    ReplyDelete
  2. ABER Hidrolik, COCOK untuk DUMP TRUCK, CRANE, dan ALAT-ALAT INDUSTRI.
    Pemasangan yang Mudah dan TOP Kualitas menjadikan ABER solusi hidrolik untuk semua kebutuhan Anda.

    Contact Person : 02154394750 / 081283223090
    ABER@densuko.co.id
    ABER Hidrolik Indonesia

    !!Kualitas Pompa yang Baik Menentukan Produktivitas Anda!!
    ganti ABER sekarang

    ReplyDelete